Selasa, 15 Januari 2013

Literatur Eucalyptus deglupta

  
      


I. EUCALYPTUS  DEGLUPTA POHON MULTIGUNA

A.  Kelebihan Eucalyptus deglupta
            Tanaman Eucalyptus atau nama lokalnya Leda memiliki warna yang unik dengan batang yang menarik sehingga disebut “Rainbow Eucalyptus”. Eucalyptus merupakan tanaman yang cepat tumbuh, terutama didaerah yang banyak air seperti dipinggir sungai dan danau. Pohon Eucalyptus batangnya tinggi dan lurus, orang dulu percaya bahwa kalau menanam Eucalyptus berarti pasti dilokasi tersebut banyak air, karena akar Eucalyptus mampu menyerap air dari daerah lain.
Bentuk daun eucalyptus oval dengan warna hijau, tumbuh disetiap ranting. Daun Eucalyptus mengandung minyak astiri walaupun hanya sedikit, tapi bisa diolah/disuling menjadi minyak kayu putih. Eucalyptus juga memiliki bunga dengan warna putih bentuknya bergerombol. Sehingga bisa dirangkai untuk hiasan.
Eucalyptus dalam usia 5 tahun bisa dipanen dengan hasil kayu rata-rata perpohon minimal 0,7 m3 atau diameter batang 30-35cm. Dalam 1 hektar bisa menghasilkan kayu antara 430 s/d 440 m3. Batang eucalyptus lurus sehingga hasil kayunya dapat dimanfaatkan dari akar sampai pucuk.
Kayu eucalyptus dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan seperti baku membuat pintu, kusen, kotak kemasan, bubur kayu bahan kertas, dan haspel.







 










(Batangnya lurus bulat dari pangkal sampai ujung dahan , sehingga volume kayu yang dihasilkanlebih banyak)

B.  Penyebaran Eucalyptus
            Tanaman Eucalyptus berasal dari Australia, Philipina, Papua Nugini  daerah penyebaran   Indonesia Timur lainnya.

II. PROSPEK BISNIS KAYU EUCALYPTUS

            Kerusakan hutan (degradasi dan deforestasi) yang besar dengan laju rata-rata 1,8 juta ha per tahun menyebabkan hutan alam saat ini tidak mampu lagi menjadi sumber pemasok kayu utama untuk bahan baku industri. Suramnya bisnis industri perkayuan di dalam tubuh kehutanan nasional menjadi salah satu alasan bagi pabrik-pabrik panel kayu gulung tikar. Pada tahun 1990 tercatat 564 perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dengan produksi kayu mencapai 28 juta m3. Diantara sekian banyak pabrik panel kayu, benar-benar aktif kini hanya tersisa 40 perusahaan saja dari total 120 unit. Hal itu banyak disebabkan oleh kurangnya bahan baku yang kontradiktif dengan kebutuhan kayu yang semakin meningkat. Kini banyak perusahaan atau pabrik kayu yang mengandalkan bahan baku dari hutan rakyat.

Seiring dengan permintaan kayu yang terus meningkat akibat tidak berimbangnya pasokan, pengusaha sudah mulai mengarahkan perhatiannya pada jenis tanaman hutan penghasil kayu yang cepat. Dari situlah kemudian muncul Eucalyptus sebagai salah satu pilihan. Eucalyptus merupakan tanaman yang cepat tumbuh dan bisa dipanen pada umur 5 tahun. Masa pakai kayu eucalyptus mampu bertahan hingga 30-45 tahun. Kondisi inilah yang melatarbelakangi cerahnya prospek eucalyptus.

Prospek penanaman pohon eucalyptus sangat baik hal ini disebabkan oleh kebutuhan kayu eucalyptus mencapai lebih dari 500 ribu meter kubik per tahunnya. Adanya jaminan pemasaran, baik di dalam negeri maupun di luar negeri dengan harga yang semakin tinggi sangat menguntungkan petani tanaman eucalyptus. Para petani eucalyptus pun tidak hanya mendapatkan keuntungan dari pohon saja, tetapi dari hasil palawija yang ditumpang sarikan petani juga mendapatkan hasilnya. Berdasarkan pengalaman para petani keuntungan penanaman eucalyptus cukup besar.

            Jika dihitung nilai kelayakannya, berinvestasi tanaman eucalyptus sangat menguntungkan. Sebagai gambaran produksi kayu eucalyptus umur 5 tahun pada tanah yang baik adalah 437m3 per hektar jika dirupiahkan setara dengan Rp 218 juta. Bahkan diprediksikan haga kayu eucalyptus akan meningkat dari tahun ketahun. Hal ini didasarkan pada permintaan pasar internasional dan domestik terhadap kayu eucalyptus yang terus meningkat
           



(Haspel kabel terbuat dari kayu Eucalyptus)

III. SEKILAS TENTANG TANAMAN EUCALYPTUS
Leda (Eucalyptus deglupta) dikelompokan kedalam famili Myrtaceae, distribusi  tropis, dan sub tropis, tinggi pohon bisa mencapai 60 meter. Eucalyptus tumbuh baik pada dataran rendah sampai tinggi (0-1800 m diatas permukaan laut), dengan curah hujan 2000 – 5000 mm per tahun. Pertumbuhan termasuk tanaman yang cepat tumbuh, dalam tahun pertama bisa mencapai ketinggian lebih dari 3 meter.
Pohon eucalyptus memiliki batang yang licin, dengan warna Orange, hijau, abu-abu dan cokelat. Tajuknya lurus ke atas seperti pohon cemara, daunnya bewarna hijau berbentuk oval, apabila daunnya kita lukai tercium aroma minyak kayu putih. Bunga berkelompok atau bergerombol berwarna putih (seperti bunga edeulewis). Tanamn Eucalyptus biasanya berbunga pada bulan Maret – Juni.dan Oktober – Desember. Pohon eucalyptus berbunga pada umur 3 tahun. Eucalyptus memiliki buah bulat dengan ukuran kecil.

IV. BUDIDAYA TANAMAN EUCALYPTUS DEGLUPTA
Kawasan hutan yang semakin menurun kualitasnya, ternyata berpengaruh besar pada penurunan pasokan bahan baku ke industri perkayuan. Selain itu adanya kebijakan soft landing, semakin membuat industri perkayuan Indonesia seakan mati suri. Namun kondisi ini ternyata menimbulkan peluang lain, yaitu mulai maraknya budidaya tanaman hutan industri. Untuk memperoleh hasil dan mutu eucalyptus yang baik maka perlu diupayakan budidaya yang baik (good silvicultural practices) dengan memperhatikan faktor tempat tumbuh,benih/bibit dan perlakuan silvikukltur.

A.Persiapan Pembibitan
untuk mendapatkan bibit ecalyptus dapat dilakukan dengan pembiakan secara generatif melalui benih, dan pembiakan vegetatif seperti stek dan kultur jaringan.
1. Pengadaan bibit melalui benih
            Benih eucalyptus yang berkualitas baik perlu disediakan dalam jumlah yang cukup dan waktu yang tepat. Benih yang akan digunakan untuk keperluan penanaman sebaiknya diperoleh dari sumber benih yang berkulitas, yaitu penangkar yang sudah terdaftar di BPTH. Selain itu penanaman bibit dengan asal-usul yang jelas, juga perlu memperhatikan persyaratan tempat tumbuhnya serta bentuk perlakuan silvikultur yang paling sesuai.
Pohon ecalyptus memiliki buah terbanyak pada umur 5 sampai 6 tahun. Benih yang sudah masak secara fisiologis yaitu penampakan warna kuning kecoklatan pada buah. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengadaan benih adalah sebagai berikut:
Ø      Benih diambil dari pohon yang pertumbuhannya baik dan jelas asal-usulnya
Ø      Benih bermutu baik, sehat, bersih, dan tidak terserang hama dan penyakit
Ø      Benih diperoleh dari sumber benih atau membeli dari perusahaan yang sudah mendapat sertifikat dari BPTH.
          
Bibit dari hasil stek merupakan salah satu alternatif yang mudah untuk memperbayak dalam skala besar yang paling penting dalam perbanyakan melalui stek adalah pemilihan tanaman induk. Tanaman induk berasal dari tanaman yang unggul yaitu bebas dari serangan hama penyakit, pertumbuhan normal. Dan memiliki batang yang bagus ( lurus dan besar ).
Stek diambil dari tunas yang keluar dari cabang-cabang tanaman

(Bibit hasil perbanyakan vegetatif)  





(Eucalyptus umur 4 bulan siap tanam)

Setelah satu bulan bibit ecalyptus sudah berakar, dan siap untuk ditransplan ke luar sungkup. Selama 1 bulan ditransplan bibit disiram dan dipupuk dengan NPK minimal 2 minggu skali, serta penyemprotan hama dan penyakit tetap dilakukan selama 1 minggu sekali.
Setelah bibit cukup besar bibit siap dipindah ke tempat yang panas (open area), pemeliharaan dilkakukan secara intensif seperti penyiraman, pemupukan,dan penyiangan.
B. Pemeliharaan Bibit
1. Penyiraman
Pemeliharaan di persemaian berupa penyiraman dengan air bersih dilakukan dua kali sehari atau tiga kali bila cuaca sangat panas. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan sprayer gendong dengan butiran air halus (kabut).

2. Pengendalian hama dan penyakit
hama yang sering menyerang bibit di persemaian adalah ulat daun. Untuk mencegah kemungkinan adanya serangan hama perlu dilakukan penyemprotan menggunakan insektisida dengan dosis 1 ml/ liter air. Penyakit yang sering menyerang yaitu busuk basah yang disebabkan oleh jamur. Cara pengendaliannya yaitu dengan menyemprotkan fungisida dengan dosis 1 grm/liter air.

C. Persiapan Lahan
Penanaman dilakukan pada awal musim hujan. Sebelum penanaman perlu dilakukan persiapan pekerjaan diantaranya :
1.      Pembersihan lahan dari rumput liar
2.      Pengolahan tanahy, penentuan jarak tanam
3.      Pembuatan lubang tanam dan aplikasi pupuk











(Pembersihan lahan dan pembuatan lubang tanam)                                 (Pemberian pupuk dasar )

D. Proses Penanaman
 Waktu penanaman dilakukan setelah hujan mulai turun. Pengangkutan bibit ke lapangan di usahakan seaman mungkin. Bibit sebelum diangkut kelapangan dibiarkan terlebih dahulu selama 2-3 hari. Pada saat bibit ditanam, kantong plastik dilepas secara hati-hati supaya media tetap utuh dan bibit dimasukan kedalam lubang yang telah disiapkan dan ditutup kembali dengan tanah serta dipadatkan. Jarak tanam 4 m x 4 m.

V  PEMELIHARAAN TANAMAN
Untuk memperoleh hasil kayu yang baik, pemeliharaan tanaman eucalyptus perlu dilakukan. Pemeliharaan yang dapat dilakukan antara lain pemupukan, penyulaman, penyiangan, penjarangan, pemangkasan cabang, serta pengendalian hama dan penyakit.

A. Pemupukan
Untuk mendapatkan tanaman yang baik maka pada areal pertanaman yang kekurangan unsur hara, perlu dilakukan pemupukan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Sebelum pemupukan, perlu dilakukan analisis tanah untuk menentukan jenis pupuk yang tepat. Pemupukan awal dilakukan pada saat tanam sebagai pupuk dasar, misalnya pupuk kandang, dan NPK. Pemupukan kedua dilakukan pada saat tanaman berumur 6 bulan dengan jenis yang sama.
Pemupukan dilakukan disekeliling tanaman dengan radius 15cm dari batang tanaman, dibuat cekungan untuk tempat pupuk kemudian ditutup kembali. Pemupukan selanjutnya dilakukan pada saat tanaman berumur 1 tahun setelah tanam.

B. Pengendalian Hama dan Penyakit
Ecalyptus merupakan tanaman yang kuat tehadap serangan penyakit, tetapi untuk menjaga tanaman supaya terhindar dari serangan hama dan penyakit, perlu perlakuan pengendalian hama dan penyakit.
Ø      Hama yang bisa menyerang yaitu :
1. Kumbang
hama ini menyerang tanman terutama daun, warnanya putih dan bisa pindah dari pohon satu ke pohon lain dengan cara terbang. Hama ini biasanya terlihat pada pertengahan musim kemarau. Cara pengendaliannya : meneyemprotkan insektisida dengan jenis ( decis, curacron) dosis 2 ml/ltr air.
2. Rayap
hama ini sangat sulit untuk diprediksi keberadaannya, karena dia hidup di dalam tanah. Serangan hama ini memakan seluruh bagian akar tanaman, yang akhirnya tanaman layu dan mati. Serangan hama ini bisanya pada awal misim kemarau. Cara pengendaliannya yaitu pada saat penanaman di lapangan, taburkan Furadan sebanyak 5-10 gram pada lubang tanam.
Ø      Penyakit tanaman Eucalyptus deglupta

1.  Penyakit busuk batang
Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang masuk kedalam jaringan tanaman. Serangannya dimulai dari bawah sampai pucuk batang. Serangan berat mengakibatkan batang menjadi busuk dan mati.
Penyakit ini biasanya terlihat pada musim hujan. Cara pengendaliannya yaitu dengan menyemprotkan fungisida jenis (dithane-m45, antracol) dengan dosis 2 gram/liter air.

VI.  PANEN KAYU
            Panen merupakan saat yang paling ditunggu setelah proses budidaya. Dengan budidaya yang baik diharapkan sesuai dengan keinginan sehingga harga jualnya tinggi atau jika dimanfaatkan, hasilnya sangat memuaskan.

A. Waktu Panen
            Pohon Ekaliptus biasanya di panen antara 5 tahun. Pada umur lima tahun, pohon ekaliptus sudah dapat dimanfaatkan kayunya sebagai kayu pertukangan, bahan baku pabrik kertas, kayu lapis, kosen dll. Volume setiap batang pohon rata-rata 0.9 m3 dengan diameter 35 cm dan tinggi 20 meter.

B. Pemanenan Kayu Ekaliptus
1.    Perencanaan pemanenan kayu
      Salah satu kegiatan penting dalam pengelolaan hutan adalah kegiatan pemanenan. Kegiatan pemanenan dimaksudkan untuk memanfaatkan hasil hutan dan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek ekonomi, ekologi, dan sosial dengan tujuan untuk mengoptimalkan nilai hutan, menjaga pasokan untuk industri agar stabil, meningkatkan peluang kerja, meningkatkan ekonomi lokal dan regional.
           Menurut Broen (1958) dalam anonim (2008a) beberapaha hal yang perlu dilakukan dalam perencanaan untuk kegiatan pemanenan adalah pembangunan jaringan angkutan, kebijakan finansial. Staff dan Wiksten (1984) dalam anonim (2008a) beberapa hal yang perlu dilakukan dalamperencanaan untuk kegiatan pemanenan merupakan suatu keputusan  untuk menetapkan seperangkat kegiatan yang aksn dillakukan pada masa mendatang.


2.  Penebangan dan pembagian batang



Kegiatan penebangan merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam rangka mendapatkan kayu hasil penebangan dengan kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, sebelum dilakukan penebangan diperlukan suatu perencanaan yang matang. Untuk pengusaha Ekaliptus skala kecil, penebangan dapat dilakukan dengan alat sederhana berupa kapak, parang dan tali tambang. Kapak digunakan untuk pemotongan batang, parang untuk pemotongan cabang kecil dan tali tambang untuk menarik dan memastikan arah rebahnya.
3.Penyaradan.
Tujuannya Yaitu kegiatan pengumpulan kayu pada kawasan tertentu. Hal yang harus diperhatikan yaitu keadaan biofisik kawasan hutan. Kadaan biofisik hutan akan menentukan peralatan yang akan digunakan. Alat-alat yang digunakan biasanya menggunakan hewan, tenaga manusia atau dengan motor pengangkut, truck dan kendaraan lainnya.




===SEMOGA BERMANFAAT===